[Songfict] Even If I Die, I Can’t Let You Go

Author: nopedunlope

Main cast:

Park Jungsoo [Sj]

Han Nabi [OC]

Category: Songfict [2am]  – Complicated

Rating: PG

Note: syummpaaahhh, karena saya suka banget lagu dengan judul diatas maka jadilah ini. Entah kenapa ni lagu mengena sekali di hati sanubari *?,

 

20120617_leeteuk_bw

 

Story,

Seoul, 29 Oktober 2012

Nabi mencoba menutup matanya sekali lagi, menanamkan dalam pikirannya jika ucapan yang baru saja ia dengar adalah sebuah mimpi. Tapi tidak karena sentuhan sebuah tangan di pipinya sekarang terasa sangat nyata. Dua hal yang saling bertentangan, pikiran dan kenyataan yang sedang terjadi sekarang.

“Aku yakin akan ada yang menggantikan posisiku di hatimu dengan mudah” ucap suara maskulin itu lagi.

Bulir air membasahi pipi Nabi, tidak semestinya ia menangisi orang yang baru saja membuat hatinya terluka itu. Tapi sekali lagi, tanpa daya gadis ini sudah memutuskan untuk memilih jatuh terperosok dan memohon belas kasih.

“jebal…” pintanya pilu.

Tangan itu kembali bergerak menghapus air mata di pipi Nabi, tapi kepalanya jelas menggeleng menolak permohonan Nabi barusan, untuk tetap mempertahankan hubungan yang sudah mereka jalin lebih dari 365 hari.

“pada awalnya mungkin akan sulit, tapi percayalah waktu akan menghapus segalanya” tangannya beralih ke pundah Nabi, menarik lembut tubuh gadis itu kedalam dekapan “semua akan lebih baik jika kita berpisah, Nabi…” lanjutnya lirih.

Nada bicaranya memang terdengar menenangkan tapi tidak bagi Nabi sekarang, kata-kata itu lebih seperti anah panah dengan ujung bergerigi yang dipaksa dicabut dari dadanya. Membuat luka yang lebih dan lebih menyakitkan.

“berjanjilah, berjanjilah padaku untuk yang terakhir kalinya. Kau harus lebih bahkan lebih lagi bahagia daripada bersamaku”

Nabi menangkap senyum setelah tangan itu kembali mendorong tubuhnya mengakhiri pelukan yang mungkin akan menjadi salam perpisahan itu.

“kau akan lebih baik hidup tanpaku” yakinnya lagi.

Nabi terdiam. Genangan air tidak henti-hentinya mengganggu penglihatannya. Ia sebenarnya tidak ingin menangis rapuh seperti ini tapi apapun yang ada ditubuhnya sekarang seperti berhenti bekerja. Mati, tidak ada satupun yang bekerja sesuai perintah otaknya.

“I can’t let you go, even if I die”

Suara Nabi terdengar semakin pilu, getar isak tangis tidak bisa lagi ditutupi. Sejak mendengar pernyataan sepihak dari laki-laki yang sedang ia tatap itu lehernya memang terasa terikat hingga menekan pita suaranya. Menyedihkan.

“I can’t do that, i can’t…” lanjutnya.

Nabi hampir ambruk tapi kedua tangan kekar itu berhasil menahan tubuh rapuhnya, sedikit saja tangan itu mengendor mungkin tubuh Nabi akan terjatuh. Ia bahkan sudah lupa bagaimana caranya untuk berdiri.

“aku tetap tidak bisa mempertahankan hubungan ini, Nabi. Aku tidak bisa, dua tahun bukan waktu yang singkat. Aku tidak yakin jika kita bisa mempertahankan hubungan ini selama itu. Tidak, aku tidak sanggup melihatmu tersiksa dalam penantian. Lebih baik kita mengakhiri ini semua”

Nabi mengeleng lemah, tubuhnya semakin gemetar memeluk tubuh tegap itu “aku tetap akan bertahan dan aku akan menunggumu sampai akhir, Oppa”

“tidak sesederhana yang kau bayangkan” sahut laki-laki itu cepat.

Nabi semakin terisak di dada bidang itu hingga perlahan tubuhnya terdorong menjauh lagi. Laki-laki itu menolak pelukan posesif Nabi “aku pergi. Selamat tinggal, Nabi…” ucapnya lirih.

Nabi menahan kuat lengan hangat itu.

“setelah kau kembali kita akan menikah kan??? aku akan menyiapkan segalanya, aku akan mengurus keperluannya tentang baju, cincin, gaun dan tentu saja-“

“Han Nabi !!!!” potongnya tegas “sadarlah… kita sudah berakhir” lanjutnya

Nabi jatuh berlutut, menutup telinga dengan kedua tangannya “tidak, ini hanya mimpi buruk. Aku tidak mendengar apapun”

Tubuh itu menunduk lalu mencium singkat kening Nabi “maafkan aku…”

Jarak semakin ada dan jelas terlihat walaupun hanya selangkah demi selangkah. Sosok itu benar-benar pergi sekarang. Menggugurkan impian diakhir musim gugur.

“jungsoo oppa kajimaa…”

 

_END